• Senin, 28 November 2022

Gatot Khas Gunung Kidul, Selain Gurih Ternyata Bermanfaat Untuk Kesehatan

- Sabtu, 5 Februari 2022 | 20:59 WIB
Ilistrasi Penjemuran Singkong (Pixabay)
Ilistrasi Penjemuran Singkong (Pixabay)

LINTAS PEWARTA - Generasi Z atau Milinial mungkin kurang paham atau bahkan tidak paham sama sekali dengan jenis makanan tradisional masyarakat Gunung Kidul Jawa Tengah 

"Gatot" memang nama yang unik, namun bukan Gatot Kaca atau ada pertalian saudara dengan tokoh pewayangan, tetapi Gatot adalah sejenis makanan tradisional asli gunung kidul, yang biasanya dimakan dengan sayuran sebagai pengganti nasi. 

Di Wilayah Gunung Kidul makanan ini menjadi makan yang sangat di favorit masyarakat pasalnya selain rasanya manis, lezat juga gurih, tetapi sayangnya bila kita akan menikmati makanan ini harus menunggu lama, sebab proses pembuatannya membutuhkan waktu yang lama bahkan berhari -hari

Baca Juga: Sawut Berbahan Singkong, Jajanan Paling Nikmat Bersanding Teh Hangat, Simak Cara Membuatnya

Gatot adalah jenis makanan yang terbuat dari ketela atau Singkong yang telah dijemur dan melalui beberapa proses pengolahan. Gatot merupakan satu varian dari gaplek yang telah berwarna hitam 

Proses pembuatan gatot memakan waktu yang lumayan lama, dari proses fermentasi ketela dengan cara dijemur sampai muncul jamur hasil permentasi ini berupa geplek kemudian gaplek ini direndam selama dua malam sampai ketela tersebut kenyal, setelah itu ditiriskan, dicuci, dan diambil kulit arinya, kemudian dipotong-potong 

Langkah - Langkah Proses pembuatan Gatot yaitu, 

Baca Juga: Bikin Kangen, 4 Kuliner Tradisional Perlu di Coba saat Anda Menikmati Perjalanan Traveling Bersama Keluarga

Pertama Singkong di kupas lalu bersihkan dan kemudian di potong dengan cara di iris - iris, dan perlu diingat Singkong harus di permentasi (tidak pakai ragi apapun) hanya di biarkan terkena hujan dan panas Sampai 1 bulan lamanya hingga menjadi hitam 

Halaman:

Editor: Cahyo Nugroho

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jalan Menuju Wisata Kali Gua Rusak Parah

Rabu, 9 November 2022 | 11:59 WIB

Sejarah dan Perkembangan Gedung Birao di Kota Tegal

Jumat, 21 Oktober 2022 | 16:26 WIB
X