Workshop Sistem Kesiapsiagaan, Pemkab Belu Komitmen Lindungi Warga dari Ancaman Resiko Bencana

- Jumat, 3 Februari 2023 | 22:43 WIB
Bupati Belu Taolin Agustinus  (Istimewa/Lintas Pewarta)
Bupati Belu Taolin Agustinus (Istimewa/Lintas Pewarta)

LINTAS PEWARTA - Workshop Sistem Kesiapsiagaan Pertanian dan Bencana bersama Pemerintah Daerah Belu, dibuka secara resmi oleh Bupati Taolin Agustinus.

Kegiatan itu berlangsung di Aula Hotel Nusantara Dua Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (31/01/2023).

Workshop tersebut terlaksana atas kerja sama Pemerintah Daerah Kabupaten Belu bersama USAID, Catholic Relief Services (CRS), CIS Timor dan Inovastek Glomatra Indonesia.

Baca Juga: Hadiri Pembukaan Survey Akreditasi RSUD Tripat, Bupati: Menjaga Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien

Adapun yang dibahas dalam kegiatan ini yaitu, tentang Penyusunan Rencana Aksi terkait Kesiapsiagaan dan Respon Bencana di Level Kabupaten.

Dalam kebijakan Penanggulangan Bencana, Rencana Aksi untuk Pengurangan Risiko Bencana (RA PRB) merupakan dokumen yang tidak terpisah dari dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP).

RA PRB adalah rencana prioritas bagi usaha pemerintah untuk melindungi warganya dari ancaman dan risiko bencana di semua tahapan atau siklus penanggulangan bencana (Pra Bencana, Saat bencana dan Pasca Bencana).

Baca Juga: Bupati Kudus Relokasi Pasar Sayur, Alasannya Dapat Diacungkan Jempol

Sebagaimana dokumen perencanaan daerah, RA PRB harus disusun secara partisipatif dalam musyawarah di kabupaten sebagai rujukan bagi penyusunan RPJM dan RKP Kabupaten.

Dikesempatan itu, Bupati Belu Taolin Agustinus mengatakan, kegiatan sistem kesiapsiagaan ini sangat penting bagi kehidupan.

"Jangan anggap bencana sebagai hal yang biasa-biasa saja, tetapi sains of crisisnya harus benar-benar diperhatikan," tuturnya.

Baca Juga: Dua Direksi Tanda Tangan Kontrak, Bupati Kudus: Cukup Fokus Saja!

"Dengan demikian, kepekaan, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan, harus direncanakan sebaik mungkin dalam menghadapi krisis yang dilakukan secara tangkas, tepat sasaran dan tidak bertele-tele pada sebuah keputusan yang dilandaskan prinsip kemanusiaan dan saling menghargai," sambung orang nomor satu di belu itu.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak CRS, yang telah menyelenggarakan Workshop Sistem Kesiapsiagaan tersebut.

Halaman:

Editor: Yohanis Analdi Sogara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sebanyak 15.697 KPM di Belu Terima CBP dari Pemerintah

Minggu, 24 September 2023 | 07:25 WIB
X