Hadiri Sidang Majelis Klasis Belu, Wakil Bupati: Pemda dan Gereja Punya Tujuan yang Sama

- Sabtu, 21 Januari 2023 | 10:32 WIB
Sidang Tahunan Majelis Klasis Belu, yang berlangsung di Gedung Kebaktian GMIT Kalvari Wedomu (facebook.com @Prokopim Kabupaten Belu/Lintas Pewarta)
Sidang Tahunan Majelis Klasis Belu, yang berlangsung di Gedung Kebaktian GMIT Kalvari Wedomu (facebook.com @Prokopim Kabupaten Belu/Lintas Pewarta)

LINTAS PEWARTA - Wakil Bupati (Wabup) Belu Aloysius Haleserens, hadiri pelaksanaan Sidang Tahunan Majelis Klasis Belu, yang berlangsung di Gedung Kebaktian GMIT Kalvari Wedomu, Tasifeto Timur, Belu, Prov. NTT, pada Kamis (19/01/2023).

Dalam sidang tersebut, mengusung tema; Roh Kudus Menjadikan dan Membaharui Segenap Ciptaan, dengan Sub Tema; Roh Kudus Menguatkan Persekutuan dan Memimpin Gereja Menjadi Berkat Bagi Semesta.

Sidang dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Klasis Belu, Pdt. Yuflhana A. Wahi Takene dan didampingi Sekretaris Sinode Pdt. Yusuf Nakmofa, serta di awali dengan ibadah yang di pimpin oleh Pdt. Ester Nabuasa.

Adapun sidang ini digelar dalam rangka Mengevaluasi Program Pelayanan Majelis Klasis Belu Tahun 2022 dan Membahas serta Menetapkan Program Pelayanan Klasis Belu tahun 2023.

Sementara itu, Wabup Belu Aloysius Haleserens, dalam sambutannya mengatakan, bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan persidangan tersebut.

"Pemerintah dan gereja mempunyai tujuan yang sama untuk membentuk umat yang berkualitas kehidupan spritualnya serta maju sejahtera kehidupan sosial ekonominya. Diharapkan, melalui persidangan ini para peserta dapat merancang program kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan umat," kata Wabu Belu.

"Dibawah sorotan tema, Roh Kudus Menjadikan dan Membaharui Segenap Ciptaan, hendaknya menjadi komitmen pelayanan bagi semua peserta persidangan yang dituangkan dalam program dan kegiatan kerja pada tahun ini," sambungnya.

Dia juga mengatakan, semua pesan hikmat dan kata-kata peneguhan sudah disampaikan Pendeta dalam khotbah diawal ibadah. Sehingga mewakili Pemerintah, dirinya mengajak unsur Gereja untuk sama-sama memperhatikan masalah stunting.

"Pemerintah tidak mungkin kerja sendiri untuk pengentasan stunting. Saya ingin agar pihak Gereja terutama dalam persidangan ini, memperhatikan masalah stunting. Sebab hidup ini harus melayani dan menjadi berkat bagi banyak orang," tandas Aloysius Haleserens.***

Editor: Yohanis Analdi Sogara

Sumber: facebook.com @Prokopim Kabupaten Belu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X