• Minggu, 29 Januari 2023

Presiden B2W: Jika Dikemas dengan Baik, Wisata Bangunan Bersejarah Kota Tegal Bisa Lebih Popular

- Minggu, 14 November 2021 | 16:16 WIB
Komunitas onthelis berfoto bersama di depan Menara Water Leideng Kota Tegal  (Lintas Pewarta)
Komunitas onthelis berfoto bersama di depan Menara Water Leideng Kota Tegal (Lintas Pewarta)

LINTAS PEWARTA - Komunitas Sepeda Tua Indonesia Kota Tegal (Kosti Kota Tegal), bersama Pengurus Kosti Pusat serta Presiden Bike to Work Indonesia, menjelajah bangunan-bangunan tua dan bersejarah di Kota Tegal. Minggu 14 November 2021.

Rombongan menjelajah 5 bangunan bersejarah di Kota Tegal, diawali dengan mengunjungi Kantor Wali Kota Tegal, jalan Ki Gede Sebayu dimana pada 1825 mulai dibangun untuk pusat Pemerintahan Kabupaten pada jaman Belanda, Rombongan kemudian melanjutkan ke Markas Lanal Tegal, yang dibangun pada 1914 yang pada tahun 1960 dijadikan Pangkalan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) dan cikal bakal lahirnya Marinir berasal di Lanal Tegal.

Setelah mengunjungi Lanal Tegal Rombongan mengunjugi Gedung DPRD Kota Tegal yang dibangun 1898 dimana diawal gedung tersebut merupakan Kantor Residen, Rombongan kemudian melanjutkan menjelajah Gedung Birao yang belakangan dinamai Lawang Satus dibangun pada 1913 peruntukan awal untuk Kantor Jawatan Kereta Api Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) dan kunjungan berakhir di gedung Water Leideng yang dibangun Belanda pada tahun 1917 untuk memenuhi air bersih di Kota Tegal.

Baca Juga: Satuan Samapta Polres Tegal Kota Sambangi Sejumlah Pusat Keramaian di Akhir Pekan

Ketua Kosti Kota Tegal, Sutari menyampaikan bahwa kegiatan ngonthel menjelajahi bangunan-bangunan tua dan bersejarah Kota Tegal ini dalam rangkaian memperingati Hari Pahlawan sekaligus melihat dari dekat bangunan-bangunan bersejarah yang ada di Kota Tegal.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya juga menginginkan adanya wisata sejarah, mengenal lebih dekat bangunan-bangunan tua yang ada di Kota Tegal, tentunya dengan berkeliling menjelajah bangunan-bangunan tua tersebut, minimal bisa turut mengenalkan kepada onthelis Kota Tegal.

"Diharapkan masyarakat Kota Tegal bisa lebih mengenal bangunan-bangunan tua bersejarah yang ada di kotanya, dan bisa bersama-sama turut merawat bangunan-bangunan tersebut," harap Sutari.

Baca Juga: Perkemahan Pramuka Mahasiswa PTK Berhasil Pecahkan Rekor Dunia

Salah satu pemerhati bangunan dan sepeda tua, sekaligus Presiden Bike To Work Indonesia, Fahmi Saimima yang turut ngonthel bareng bersama Kosti Kota Tegal, menyampaikan bahwa jika dikemas dengan bagus, dengan melakukan inovasi-inovasi wisata bangunan-bangunan sejarah Kota Tegal bisa popular.

Halaman:

Editor: Ade Windiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X