Perdana, Pj Gubernur NTT Bersama Sekda dan Seluruh OPD Provinsi NTT Rakornas dengan Mendagri, Bahas Hal ini!!

- Selasa, 12 September 2023 | 22:29 WIB
Pj Gubernur NTT, Ayodhian G.L Kalake ikut rapat perdana dengan mendagri (nttprov.go.id)
Pj Gubernur NTT, Ayodhian G.L Kalake ikut rapat perdana dengan mendagri (nttprov.go.id)

LINTAS PEWARTA - Melalui zoom meeting, Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ayohian G.L Kalake bersama Sekertaris Daerah Nusa Tenggara Timur beserta seluruh pimpinan perangkat dearah dan anggota TPID mengikuti Rapat koordinasi Nasional ()pengendalian Inflasi daerah.

Dalam Rapat koordinasi Nasional pengendalian Inflasi daerah dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito karnavian yang berlangsung secara daring melalui zoom meeting,di Ruang Rapat Gubernur NTT, senin, 11 September 2023.

Dalam kesempatan itu, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan, bahwa berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS), mengingatkan inflasi dibulan Agustus 2023 year on year (yoy) sebesar 3,27%.

Baca Juga: Sebelumnya dibuat Galau, Prioritas 4 Usia ini Lolos verifikasi data Non ASN Pasti diangkat Tanpa Tes

Hal itu, terjadi kenaikan sedikit dari bulan Juli 2023 sebesar 3,08 %, tapi angka ini dibandingkan adalah angka dibandingkan dengan periode sama bulan Agustus 2022 yang inflasinya dipicu oleh penyesuaian kenaikan BBM di tingkat Global ditahun lalu.

Sehingga, lanjut Mendagri Tito Karnavian, baseline-nya cukup tinggi 3,87%, sehingga penghitungan inflasi di bulan Agustus 2023 dibandingkan tahun lalu year on year (yoy) 3,27%.

"jika kita dilihat dari data bulan Juli ke bulan Agustus 2023 sebenarnya terjadi deflasi sebesar minus 0,02% jadi ada penurunan secara umum, dilihat dari bulan Desember 2022 ke bulan Agustus 2023 yaitu inflasinya sebesar 1,43 % artinya cukup terkendali,"ujar Mendagri melalui daring atau Zoom meeting.

Baca Juga: Nasib Tenaga Honorer di Angkat Jadi ASN Tanpa Tes Terjawab, Berikut Syarat Umur dan Masa kerja!!

Lanjut mendagri, "yang perlu kita waspadai ada beberapa komoditas penyumbang pada minggu lalu yaitu beras, cabe rawit dan cabe merah, namun diharapkan dapat dimbangi diikuti dengan gerakan tanam di tiap-tiap daerah terutama yang defisit dan terjadi kenaikan harga cabe rawit juga cabe merah,"tuturnya.

Untuk masalah beras, kata Mendagri Tito Karnavian, akan memperkuat untuk serapan dan produksi dalam negeri, dari Bulog dan Badan Pangan sedang bekerja keras untuk memperkuat cadangan stok beras pemerintah termasuk juga dengan mekanisme importasi dari luar negeri untuk menekan harga kenaikan harga beras.

"Kementerian Sosial juga bekerja mendukung dengan mekanisme bantuan sosial (bansos),"jelasnya.

Baca Juga: Ternyata Wanita Lima Negara Ini, Menyukai Pria Indonesia

Harap Mendagri Tito Karnavian, daerah-daerah mengecek cadangan beras masing-masing, bekerja sama dengan Bulog, rutin mengecek setiap hari kenaikan harga beras di daerah masing-masing untuk mencari solusi juga di bantu dengan memberikan bansos yang berasal dari anggaran reguler bansos maupun belanja tidak terduga.

Harapnya, intervensi melalui distribusi logistik juga bantuan atau subsidi logistik ditempat-tempat yang sulit, daerah-daerah terpencil atau pulau-pulau dapat mengendalikan harga pasar sehingga tidak terjadi kenaikan harga yang tinggi dan dapat terjangkau oleh masyarakat.

Halaman:

Editor: Mario De jesus

Sumber: nttprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sebanyak 15.697 KPM di Belu Terima CBP dari Pemerintah

Minggu, 24 September 2023 | 07:25 WIB
X