Diam yang Terluka

- Minggu, 22 Januari 2023 | 07:20 WIB
Diam yang Terluka (Pixabay Ilustrasi/Lintas Pewarta)
Diam yang Terluka (Pixabay Ilustrasi/Lintas Pewarta)

LINTAS PEWARTA - Kesunyian itu bersambung bersama episode kesepian lainnya, setelah sekelebat badai menerpah titian kehidupan, bergantian zaman ke waktu, seperti ombak hempas memukul batu karang dari gelombang jahanam tirani ke tirani.

Semua badai itu menghujam bathin, menyeret relung, mengoyak rasa, menyikam sukma serta menyayat nurani. Hingga terus dan akan mengitari palung waktu, selama lautan penindasan tiada teduh nan damai di temu pada persada bangsa koloni.

Setenggang luka dan duka, kian akan menjadi tontonan di tiap tayangan pada layar kehidupan, laksana angin yang tertiup menyibak dada lalu usang sekejap.

Baca Juga: Benarkah Golkar Sudah Resmi Umumkan Calon Presiden? Simak Penjelasan Airlangga Hartarto

Air mata berlinang sesaat dan resap seketika mencari ratapan lain, telingga terbuka hanya mengumpul bahan cerita dan menanti menguping sayatan lain, serta kesemuanya terbawa dan tersimpan rapih di almari khalbu yang rapuh dengan ratapan dekil.

Tinggal mengekori kayangan-kayangan imaji yang lemas dalam gigil, mencumbu rindu mencari serpihan obor kehidupan.

Sementara sebagian jiwa, mengorek-korek rindu-rindu yang padat nan karam, saat insan-insan lain di persada koloni mengambang, tampak saling tergelangsar tiada ingin menyatuh. Menyelinap entah kemana dan menyublim entah pada apa? Dalam kubanggan dada yang merah di atas kehidupan yang sudah memerah.

Baca Juga: Tiga Orang Terduga Teroris Ditangkap Densus 88, Ternyata Si ARH dan SN Pernah...

Seperti gumpalan awan pekat di kejar sinar sang mentari tercecer, menyembunyikan separuh hati dan rasa di mimbar hidup yang lama terluka, perih di palung relung tapi syaduh di bibir kaum sumbing.

Halaman:

Editor: Yohanis Analdi Sogara

Sumber: Aleks Giyai

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi tentang Mama, Haru, Sedih dan Bangga

Selasa, 31 Januari 2023 | 22:43 WIB

Kabar Buruk Bumi Pailit

Senin, 23 Januari 2023 | 10:56 WIB

Sabda-Sabda Pemberontakan

Senin, 23 Januari 2023 | 09:30 WIB

Bangsa yang Tersalib

Minggu, 22 Januari 2023 | 16:58 WIB

Surat Mama dari Kampung

Minggu, 22 Januari 2023 | 09:09 WIB

Diam yang Terluka

Minggu, 22 Januari 2023 | 07:20 WIB

Tetap Rukun dalam Perbedaan

Jumat, 20 Januari 2023 | 10:20 WIB

Bharada E, Tuan Kopong MSF: Nilai Sebuah Kejujuran

Kamis, 19 Januari 2023 | 18:53 WIB

Arti Ayah dan Ibu bagi Seorang Prabowo Subianto

Rabu, 18 Januari 2023 | 13:48 WIB
X