• Jumat, 29 September 2023

MPH: Bonus Demografi Generasi Muda, Mata Tombak, Masa Mendatang Bagi Sumba Barat

- Minggu, 15 Januari 2023 | 22:59 WIB
Melkianus Pote Hadi (MPH), Dosen, Motivator Kaum Muda dan Aktivis (Istimewa/Lintas Pewarta)
Melkianus Pote Hadi (MPH), Dosen, Motivator Kaum Muda dan Aktivis (Istimewa/Lintas Pewarta)

LINTAS PEWARTA - Dosen, Motivator Kaum Muda dan Aktivis Melkianus Pote Hadi (MPH) mengatakan, bahwa begitu besarnya peranan pemuda dalam melakukan perubahan sejalan dengan jargon Presiden Soekarno untuk membangkitkan semangat para pemuda yaitu “ Beri aku 1000 orang tua , niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang dunia”.

Menuutnya, pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan. Ketika hari ini pemuda bermalas-malasan, maka nanti akan didapatkan pemimpin yang hanya peduli pada kekuasaan. Ketika hari ini pemuda gemar berbohong dan ingkar janji, maka nanti akan didapatkan pemimpin yang gemar melakukan korupsi.

Namun, jika hari ini para pemuda rajin belajar dan gemar melakukan kebaikan, maka nanti akan didapatkan pemimpin yang pintar dan gemar membela kebenaran. Apa yang pemuda lakukan hari ini, itulah yang akan menjadi cerminan kebiasaannya di masa yang akan datang. Tidak dapat dipungkiri kalau suatu saat nanti para pemuda hari inilah yang akan menggantikan posisi para pemimpin sekarang.

Baca Juga: Penutupan Training of Trainers, SLD: 500 Juta dari VBL untuk Percepatan Peningkatan Kualitas SDM!

Oleh karena itu, perubahan kebiasaan harus dilakukan dari sekarang. Jangan menunggu nanti, karena akan berdampak pada penyesalan.

Daerah kita butuh generasi pemuda yang mempunyai idelisme tinggi, semangat yang bergelora, dan kekuatan yang begitu masif. Indoneisa juga butuh Pemuda untuk menciptakan sebuah perubahan. Janganlah ditunda-tunda, karena semakin tua urusan semakin banyak ditambah tuntutan berkompromi disana-sini. Justru usia muda adalah saatnya untuk menciptakan perubahan untuk menjadi tonggak peradaban bangsa maupun dunia.

Saat ini adalah era ketika menguasai dunia adalah yang menguasai teknologi. Generasi pemuda lah yang saat ini cerdas akan teknologi. Mereka berusaha selalu menyeimbangkan antara kehidupan dunia nyata dan kehidupan dunia media sosial. Seperti yang selalu update berita di twitter, mencoba filter instagram terbaru, mencari cara memonetisasi vlog, hingga mencoba melakukan aksi sosial atau penggalangan dana melalui platform-platform online.

Baca Juga: MPH: Kemenangan Bikin Rindu Kegagalan

Oleh karena itu, Indonesia butuh generasi pemuda untuk menguasai dunia melalui teknologi.

Zaman selalu bergerak dan pemuda adalah rodanya. Diprediksi Indonesia akan mengalami bonus demografi pada periode 2030 hingga 2040. Itu artinya jumlah penduduk usia produktif akan lebih besar dibandingkan dengan penduduk usia tidak produktif. Kita tengah menjemput era dimana pemuda hari ini adalah yang akan memimpin dan dipimpin.

Pemuda sendiri yang tahu Indonesia seperti apa, yang akan ingin kita ciptakan untuk dihuni dan diperjuangkan. Lembaran-lembaran putih di sejarah menanti untuk tertulis kembali oleh peran dan gerak generasi pemuda selanjutnya.

Nusa Tenggara Timur butuh pemuda yang cerdas dalam gagasan, terbuka dengan ide, dan memiliki narasi yang cemerlang. Alangkah lebih baiknya lagi, pemuda yang tidak hanya menggebu-gebu dalam kata, yang pada akhirnya hanya mampu membuat orang lain takut untuk membuka diri. Pemuda yang bersahaja, hangat, bersahabat, tak bersekat dan tak menghalangi orang lain mendekat. Halus dalam kata namun tegas dalam karya.

Baca Juga: Birokrasi Terkooptasi Politik? Membebaskan Birokrasi dari Politisi

Bonus demografi menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk melakukan percepatan pembangunan ekonomi. Ini didukung ketersediaan sumber daya manusia (SDM) usia produktif dalam jumlah signifikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, Indonesia akan menikmati era bonus demografi pada 2020 dan berakhir pada tahun 2035. Pada masa tersebut, jumlah penduduk usia produktif diproyeksi berada pada grafik tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang sebesar 297 juta jiwa.

Halaman:

Editor: Yohanis Analdi Sogara

Sumber: Melkianus Pote Hadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Zodiak ini Susah Mencintai Diri Sendiri, simak ini!!

Rabu, 20 September 2023 | 11:48 WIB

Tes Kepribadianmu dengan Mengamati Empat Gambar ini

Sabtu, 16 September 2023 | 18:53 WIB

3 kumpulan puisi Menarik yang Menceritakan Massa Lalu

Senin, 21 Agustus 2023 | 14:15 WIB

Menarik Untuk di Baca, 2 Puisi Karya Mahibbul Jamil

Minggu, 20 Agustus 2023 | 14:40 WIB
X