• Senin, 28 November 2022

Selama KTT G20, Imigrasi Deportasi WNA Dianggap Mengganggu Ketertiban

- Kamis, 10 November 2022 | 18:35 WIB
Selama KTT G20, Imigrasi Deportasi WNA Dianggap Mengganggu Ketertiban (Tangkapan Layar / YouTube)
Selama KTT G20, Imigrasi Deportasi WNA Dianggap Mengganggu Ketertiban (Tangkapan Layar / YouTube)

LINTAS PEWARTA - Warga Negara Asing yang berunjuk rasa selama Konferensi Tingkat Tinggi G20 akan dideportasi oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Acara Konferensi Tingkat Tinggi G20 berlangsung di Bali pada 15-16 November, dianggap aksi Warga Negara Asing itu mengganggu ketertiban.

Mengutip ANTARA, pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Widodo Ekatjahjana menjelaskan pihaknya menerapkan langkah tegas demi menjaga Bali tetap kondusif, aman, dan tertib selama Konferensi Tingkat Tinggi G20.

Baca Juga: Regulator AS Sebut Gejolak Uang Kripto Menggarisbawahi Risiko Industri, Benarkah Demikian?

"Langkah kami tegas, tetapi humanis dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan KTT G20 ini. Terkait WNA yang melakukan aksi unjuk rasa, kami akan langsung deportasi demi keamanan dan ketertiban sepanjang kegiatan G20 ini," kata Widodo di sela meninjau aktivitas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, sebagaimana dikutip dari siaran tertulisnya yang diterima di Denpasar, Selasa.

Baca Juga: Dirilis Bertepatan pada Hari Pahlawan Film pendek & lagu Sang Pemula Bikin Penasaran

Aksi TS itu dinilai oleh Imigrasi mengganggu ketertiban sehingga deportasi terhadap WNA Jepang itu merupakan upaya menjaga situasi di dalam negeri tetap kondusif menjelang dan selama KTT G20.

Baca Juga: Rombongan AFD Perancis Kunjungi Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, Ini yang Akan Dilakukan

"Saya telah menghubungi Konjen Jepang di Surabaya sehubungan dengan adanya warga Jepang yang berdemonstrasi di sini. Sikap kami jelas bahwa di tengah perhelatan G20 ini, Imigrasi tetap memberikan pelayanan yang terbaik. Di sisi lain, kami juga menjalankan fungsi keamanan. Jika ada pelanggaran oleh orang asing maka kami tetap tegas sesuai aturan yang berlaku," kata Widodo.

Halaman:

Editor: Ade Windiarto

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X