• Minggu, 29 Januari 2023

Saat Ini Cuaca pada Malam Hari di Pulau Jawa Terasa Lebih Dingin, Begini Penjelasan BMKG

- Jumat, 3 Juni 2022 | 08:25 WIB
Ilustrasi cuaca dingin (Pixabay)
Ilustrasi cuaca dingin (Pixabay)

LINTAS PEWARTA - Beberapa daerah di Jawa Timur saat ini banyak yang memperbincangkan udara dingin ketika malam hari.

Banyak masyarakat menghubungkan kondisi ini dengan fenomena aphelion. Tapi benarkah memang demikian?

Secara ilmiah, fenomena suhu udara dingin merupakan fenomena umum yang terjadi pada bulan-bulan puncak musim kemarau diperkirakan antara bulan Juli-September.

Baca Juga: Menaker Akan Sampaikan Pernyataan Nasional dalam Konferensi Ketenagakerjaan ke-110 di Swiss

Mengutip dari siaran pers BMKG, saat ini wilayah Pulau Jawa hingga NTT menuju periode puncak musim kemarau. Periode ini ditandai pergerakan angin dari arah timur yang berasal dari Benua Australia.

Menurut Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Herizal, pada bulan Juli, wilayah Australia berada dalam periode musim dingin.

Dijelaskan, adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia atau dikenal dengan istilah Monsoon Dingin Australia.

"Angin monsun Australia yang bertiup menuju Indonesia melewati perairan Samudera Indonesia yang memiliki suhu permukaan laut juga relatif lebih dingin, mengakibatkan suhu di wilayah Indonesia terutama bagian selatan khatulistiwa(Pulau Jawa,Bali dan Nusa Tenggara) terasa lebih dingin," tulisnya dalam siaran pers, Jum'at 3 Juni 2022.

Baca Juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia, Kwarnas Gerakan Pramuka Akan Gelar Bimtek Gudep Ramah Lingkungan

Halaman:

Editor: Ade Windiarto

Sumber: BMKG

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SHE: Mendudukkan Bu Megawati di Tempat Seadil-Adilnya

Senin, 16 Januari 2023 | 10:04 WIB
X