Satreskrim Polres SBD Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Nona Ina, Reka Adegan Keempat Jadi Begini

- Senin, 16 Januari 2023 | 17:28 WIB
Rekonstruksi 01 adegan pembunuhan terhadap korban NI (Lintas Pewarta)
Rekonstruksi 01 adegan pembunuhan terhadap korban NI (Lintas Pewarta)

LINTAS PEWARTA - Kasus dugaan pembunuhan terhadap korban Nona Ina (NI) (17) masih bergulir hingga saat ini.

Polisi merekonstruksi adegan pembunuhan terhadap korban NI untuk mencari kesesuaian keterangan pada berita acara pemeriksaan (BAP).

Rekonstruksi yang digelar oleh Satreskrim Polres Sumba Barat Daya (SBD) pada Senin (16/01/2023) di TKP yakni di Weekui, Desa Tenateke, Kec. Wewewa Selatan (Wesel), Kab. SBD, Prov. NTT itu, mempresentasikan sejumlah adegan.

Baca Juga: 2 Tersangka Kasus Pembunuhan Apliana Nona Ina Akhirnya Diamankan Sat Reskrim Polres SBD

Kasat Reskrim Polres SBD IPTU Rio Rinaldy Panggabean menyampaikan pada LintasPewarta.com, tujuan rekonstruksi tersebut untuk kelengkapan berkas.

"Tujuan rekonstruksi tersebut untuk kelengkapan berkas dalam kasus pembunuhan Apliana Nona Ina," ungkap Kasat Reskrim SBD.

"Kita dari penyidik Polres SBD sedang dalam tahap pelengkapan berkas sebelum dikirim ke kejaksaan," sambungnya.

Baca Juga: Pelaku Di Balik Kematian Nona Ina Ternyata Orang Dekat, Lihat, Ini Rupanya!

IPTU Rio Rinaldy Panggabean juga menyampaikan jumlah reka adegan dalam rekonstruksi itu.

"Ada 25 adegan yang sudah kita rekonstruksikan. Adegan satu sampai dua puluh lima direkonstruksikan berdasarkan keterangan para saksi, petunjuk dan barang bukti yang kita miliki," jelasnya.

Dirinya juga menuturkan, bahwa saksi yang masih diperiksa hingga saat ini berjumlah 6 orang.

Baca Juga: Kuasa Hukum: Pembunuhan Nona Ina Diduga Dilakukan dengan Perencanaan Yang Matang

Sementara itu, adegan yang diperagakan keempat tersangka inisial YM (57), YB (33), PB (17) dan MA, pihaknya masih menghadirkan peran pengganti pada adegan keempat, lantaran tersangka masih tidak mengakui perbuatannya. Padahal polisi mengaku sudah memiliki cukup bukti.

"Tidak ada paksaan untuk mengaku. Dalam hal pembuktian, hanya berdasarkan alat bukti. Apa bila alat bukti sudah cukup, kita penyidik yakin, kita akan kirim ke kejaksaan," tandasnya.

Halaman:

Editor: Yohanis Analdi Sogara

Sumber: Lintas Pewarta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X